“Apakah hidup ini adil, Ray? Entahlah. Aku juga pernah sekali-dua bertanya kepada Tuhan. Padahal kau tahu, aku memiliki kesempatan untuk melihat wajah keadilan yang tidak kasat mata. Ah, sayang kita selalu menurutkan perasaan dalam urusan ini. Kita selalu berprasangka buruk. Kita membiarkan hati yang mengambil alih, menduga-duga…. Tidak puas menduga-duga, kita membiarkan hati mulai menyalahkan. Mengutuk semuanya. Kemudian tega sekali, menjadikan kesalahan orang lain sebagai pembenaran atas tingkah laku keliru kita.”
#Dikutip dari “Rembulan Tenggelam di Wajahmu” karya tere-liye, halaman 200.
8.27PM. Senin, 28 Februari 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar