Minggu, 06 Maret 2011
Ternyata Benar....
Dulu, kita sering mendengar pepatah ::
"Si Pintar mengalahkan yang Si Biasa-biasa saja.
Si Cerdas mampu mengalahkan Si Pintar.
Namun, Si Rajin lah yang bisa mengalahkan Si Cerdas."
Kurang lebih seperti itulah inti dari pepatahnya.
Beberapa hari yang lalu, saya telah membuktikan pepatah tersebut. Dan ternyata apa yang saya saksikan beberapa hari yang lalu pun berkaitan dengan pepatah ::
"No pain, no Gain."
Intinya, Sang Rajin yang berusaha maksimal lah yang nantinya akan "muncul".
by Tiga-Enam
Sunday, March 6th 2011. 7.27 PM.
Menjadi Manusia
Pada paragraf kesekian, mata saya berhenti pada suatu kalimat, dan membacanya berulang kali. Paragraf itu menceritakan tentang seorang bapak yang menasihati anaknya. Kurang lebih, seperti inilah nasihatnya.
"Kamu boleh menjadi apapun yang kamu inginkan, menjadi dokter, musisi, guru, karyawan, atau apapun itu. Namun, jangan lupakan untuk menjadi manusia."
Kalimat terakhir itu membuat saya terharu. sebuah kalimat simple, dan mungkin beberapa orang menganggapnya biasa saya, tapi itu merupakan hal yang luar biasa bagi saya.
Terkadang, kita terlalu diperbudak oleh apa yang kita lakukan, terbuai oleh apa yang kita dapatkan, dan terhipnotis oleh apa yang ingin kita capai. Pekerjaan mengambil alih semua perhatian dan waktu kita, mulai dari pekerjaan yang memang menjadi kewajiban kita ataupun pekerjaan yang bersifat geje, sehingga membuat kita melupakan hal yang penting, yang sebenarnya menjadi tujuan hidup kita, atau pun tugas utama dari seorang manusia.
Berikut ini adalah kutipannya :
AYAT-AYAT AL QUR’AN TENTANG MANUSIA DAN TUGASNYA SEBAGAI KHALIFAH DI BUMI
#Surat Al Baqarah Ayat 30
Surat ini memiliki kandungan yaitu:
-
- Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk sempurna yang memiliki dua fungsi, yaitu: sebagai khalifah di bumi.
- Fungsi khalifah di bumi, yaitu:
- Menjadi pemimpin, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang orang lain dalam upaya mencari ridha Allah SWT.
- Memelihara, memakmurkan, melestarikan alam, mengambil manfaatnya, menggali, mengelola alam demi terwujudnya dan kesejahteraan segenap umat manusia.
Surat ini memiliki kandungan yaitu:
Allah AWT telah menciptakan jin dan manusia dengan tujuan supaya mereka mengenal-Nya. Dengan hubungan, memuja kebesaran dan berdoa kepada Allah SWT agar dapat dekat dengan-Nya. Adapun hubungan tersebut dinyatakan dalam perbuatan ibadah yang langsung kepada Allah SWT sebagaimana rukun islam, yaitu shalat, zaka, puasa, haji, dan berdzikir hanya untuk mencari ridha-Nya.
(source :: smaalup.wordpress.com)#By Tiga-Enam
Sunday, March 6th 2011. 6.42PM.
Selasa, 01 Maret 2011
EDISI MINI 1
“Jangan lupa bahwa hanya ikan mati yang berenang mengikuti arus”
-Malcolm Muggeridge-
“Jangan berusaha mencapai keberhasilan; cukup kerjakan apa yang Anda sukai dan yakini, dan keberhasilan akan datang dengan sendirinya.”
-David Frost-
“Orang memerlukan tanggung jawab. Mereka menolak menerimanya, tetapi mereka tidak dapat berhasil tanpanya.”
-John Steinbeck-
“Usia tidak selalu membawa kebijaksanaan, kadang usia berjalan sendirian.”
-Anonymous-
KETIDAKTAHUAN MANUSIA
“…. Ada pula yang tidak kita tahu. Yakinlah, dengan ketidak-tahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita. Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri.”
#Dikutip dari “Rembulan Tenggelam di Wajahmu” karya tere-liye, halaman 423.
8.39PM. Senin, 28 Februari 2011
TUJUAN HIDUP
“Kenapa Tuhan selalu mengambil sesuatu yang menyenangkan dari hambanya, apa semua kesedihan ini kurang menyakitkan? Ray, orang-orang yang memiliki tujuan hidup, maka dia tidak akan pernah bertanya soal ini. Baginya semua kesedihan yang dialaminya adalah tempaan, harga tujuan tersebut…. Semua orang bisa mendefinisikan tujuan hidupnya, istrimu ingin ridhamu, seorang ayah ingin anaknya berhasil, menjadi dokter, insinyur, tiu semua tujuan hidup. Tidak peduli sekecil apapun itu, yang penting mereka bersungguh-sungguh melakukannya. Membuatnya nyata. Ada banyak orang yang tidak memiliki tujuan hidup, hanya terjebak dalam rutinitas harian. Berangkat pagi, pulang sore.”
#Dikutip dari “Rembulan Tenggelam di Wajahmu” karya tere-liye, halaman 318.
8.37PM. Senin, 28 Februari 2011
BERDAMAI DENGAN HATIMU
“Kejadian buruk itu datang sesuai takdir langit. Hanya ada satu hal yang bisa mencegahnya. Satu hal, sama seperti siklus sebab-akibat sebelumnya, yaitu : berbagi. Ya, berbagi apa saja dengan orang lain. Tidak. Sebenarnya berbagi tidak bisa mencegahnya secara langsung, tapi dengan berbagi kau akan membuat hatimu damai. Hanya orang-orang dengan hati damailah yang bisa menerima kejadian buruk dengan lega. Sayangnya, apa mau dikata, selama ini kau tidak pernah berdamai dengan hatimu.”
#Dikutip dari “Rembulan Tenggelam di Wajahmu” karya tere-liye, halaman 213.
8.32PM. Senin, 28 Februari 2011
APAKAH HIDUP INI ADIL?
“Apakah hidup ini adil, Ray? Entahlah. Aku juga pernah sekali-dua bertanya kepada Tuhan. Padahal kau tahu, aku memiliki kesempatan untuk melihat wajah keadilan yang tidak kasat mata. Ah, sayang kita selalu menurutkan perasaan dalam urusan ini. Kita selalu berprasangka buruk. Kita membiarkan hati yang mengambil alih, menduga-duga…. Tidak puas menduga-duga, kita membiarkan hati mulai menyalahkan. Mengutuk semuanya. Kemudian tega sekali, menjadikan kesalahan orang lain sebagai pembenaran atas tingkah laku keliru kita.”
#Dikutip dari “Rembulan Tenggelam di Wajahmu” karya tere-liye, halaman 200.
8.27PM. Senin, 28 Februari 2011