Selasa, 27 November 2012

Kindness

Karena merasa kesal oleh suatu hal, aku ingin membahas tentang kebaikan.

Beberapa waktu yang lalu, aku mendengar percakapan suatu kumpulan remaja di suatu angkutan umum. Mereka mengomentari watak temannya masing-masing, mulai dari yang galak, jutek, pendiam, intelek, hingga yang baik. Dari semua watak yang mereka sebutkan, aku tertarik pada watak yang baik.

Mereka menyebutkan bahwa si Baik itu memiliki kesan yang baik dari awal hingga sekarang. Hmmm... memang suatu kebiasaan yah, menilai seseorang dari kesan yang terlihat (saja).

Iseng-iseng, aku menyuruh Om Gugel untuk mencarikan topik tentang "kebaikan", dan aku menemukan blog seseorang (yang tidak kukenal). Ia membahas tentang kebaikan, dan 80% aku setuju dengan pendapatnya.
Dia berpendapat bahwa kebaikan itu beragam-ragam, sesuai motif atau apa yang mendorong si pelaku untuk melakukannya. Mulai dari kebaikan yang dilakukan karena kasihan atau iba, kebaikan yang tidak disengaja, kebaikan karena ia memang merasa harus melakukannya, kebaikan yang memang mencari image atau carmuk (cari muka), hingga kebaikan yang hanya untuk dirinya sendiri. Banyak sekali motifnya, bahkan mungkin dalam kenyataannya ada lagi alasan lain yang belum aku sebutkan. Itu semua tergantung orangnya.

Lalu, bagaimanakah menilai suatu kebaikan ?

Memang kebaikan itu tidak memiliki suatu standar yang pasti, Kebaikan bukanlah suatu satuan atau besaran. Kebaikan bukanlah suatu nilai yang eksak. Kebaikan lebih cenderung bersifat conditional.
Kebaikan biasanya dirasakan oleh penilai, namun belum tentu dirasakan oleh orang selain penilai. Contoh, di tengah jalan ada seorang anak yang terjatuh. X menolong anak tersebut dan mengobatinya. Menurut anak tersebut, X itu telah melakukan kebaikan kepadanya, namun bagi pedagang-pedagang pinggir jalan, pejalan kaki lainnya, para penjaga toko, dan orang sekitarnya, mereka tidak (langsung) merasakan kebaikan X, meski memang mereka yang menyaksikan hal tersebut berpendapat bahwa X melakukan suatu kebaikan.

Contoh lainnya, ketika Q berhadapan dengan dua pengemis di jalanan. Yang satu adalah seorang anak muda yang cacat. Ia tidak memiliki kaki, tangan, dan matanya buta sebelah. Dan yang satu lagi ialah seorang manula yang sudah ringkih, namun tidak cacat. Q hanya memiliki satu bungkus kecil makanan. Ia tak mungkin membagi dua karena keadaan tidak mendukung. Q harus memilih salah satu. Karena Q merasa lebih iba terhadap manula yang dia pikir tidak bisa menahan lapar lebih lama dari anak muda, akhirnya dia memberikan makanan itu kepada pengemis manula. Berarti Q telah melakukan kebaikan kepada manula, tapi tidak pada anak muda. Kebaikan Q membuat manula kenyang dan anak muda menderita kelaparan.

Berdasarkan contoh di atas, terlihat bahwa kebaikan terkadang mengundang penderitaan terhadap pihak yang dikorbankan. Meski demikian, kebaikan tetaplah kebaikan. Aku teringat pada suatu cerita pendek di buku paket bahasa Inggris waktu SMA, judulnya : "Please all, you please none" (Mencoba untuk menyenangkan semua orang, ujung-ujungnya kau tidak akan menyenangkan siapapun).

Tidak ada yang sempurna. Hidup ini penuh pilihan dan resikonya. Apapun keputusan kebaikan yang kau ambil, apapun motif kebaikan yang kau lakukan, kebaikan tetaplah kebaikan. Ia tidak mengubah namanya menjadi yang lain. But, akan lebih indah jika kebaikan itu dilandasi oleh keikhlasan dan ketulusan. Sebaiknya pula kebaikan dilakukan dari dalam hati, sehingga kita bukan termasuk golongan serigala berbulu domba.
So, marilah kita berusaha melakukan kebaikan. :)

I Found You !

Aigoooo....
It's been long time....
Mulanya aku benar-benar lupa alamat blog-ku yang ini. Sudah cukup lama aku mengganti alamatnya, kemudian terhambat oleh beberapa kesibukan, sehingga blog yang satu ini menjadi jarang dibuka.
Dan sekarang aku ingat alamat blog ini, "pasanuri-a".
Nama ini merupakan topik yang setiap hari aku bahas bersama salah satu temanku, sebut saja dia N.Setiap malam kami membahas tentang penghuni "pasanuri-a", bahkan hingga saat ini aku masih merindukannya.

Sedikit intermezzo mengenai blog lama yang baru saja ditemukan. Well, enaknya nge-posting apa yah ? Terlalu banyak yang ada di pikiran, tapi sepertinya tidak akan cukup untuk aku tumpahkan ke dalam tulisan dalam waktu semalam. Hahaha....
Karena aku lupa alamat blog ini, maka biasanya aku posting di blog-ku yang satunya lagi. But, i dont know why, blog yang satu itu error mulu. Well, sudahlah aku mencari alternatif lain karena tanganku sudah gatal ingin menulis :)

Sekian saja intermezzo untuk si blog yang pernah hilang. Untuk topik baru sepertinya buka di postingan baru saja. :)