Kamis, 07 April 2011

KEGAGALAN YANG INDAH


Based on my true story today….

Hari ini, tepatnya hari Kamis tanggal 7 April 2011, saya, dan kedua teman saya (sebut saja mereka Bothe dan Awal) makan siang (sebenarnya lebih tepat disebut makan sore sih) di Pujas. Kami bertiga memang sudah salatri dr siang. Namun, karena ada suatu kepentingan (sebut saja input entry), kami harus menunggu selama 2 jam lebih dan itu pun (bisa dibilang) sedikit mengecewakan (sebut saja diblok gara-gara waktunya habis). Teman – teman yang lain sedang berpuasa, jadi kami bertiga lah yang mampir sebentar ke Pujas sebelum meneruskan aktivitas kami yang selanjutnya.

Sambil menyantap makanan kami, Awal berceloteh tentang masa lalunya (ceileeehh gaya banget). Dia menceritakan tentang kejadian dia pertama masuk, yang akhirnya tidak ia lakukan (lebih tepatnya karena ditolak).

“Aku gak kebayang banget lah kalau aku diterima waktu itu. Aku gak akan mungkin sebebas sekarang. Kayaknya kalau keterima aku gak bisa ini itu,” ujar Awal (kurang lebih).

“Beruntung banget Wal, gak keterima.”

“Iya.”

“Memang, suatu kegagalan yang indah.”

Lalu kami bertiga tertawa.

Memang benar sih. Tak semua kegagalan itu menyakitkan.

Hampir semua orang, bahkan termasuk saya juga, jika mengalami kegagalan pasti mengalami kekecewaan di hatinya, walaupun sekecil apapun itu. Tapi, alangkah dewasanya jika kita membuka mata dan hati kita untuk menengok sekitar. Ternyata sangat beruntung sekali kita telah GAGAL !!!

Seperti yang Anda baca di atas, tentang perkataan Awal yang (bisa dibilang) sangat mensyukuri kegagalannya di masa lalu. Ia (mungkin) tidak akan seperti sekarang ini. Ia (mungkin) akan menjadi pribadi lain dengan kegiatan yang lain. Yang ia dapatkan dari KEGAGALAN MASA LALUNYA adalah KEBEBASAN.

Tidak semua orang mendapatkan KEBEBASAN sebagai UPAH KEGAGALANnya. Mungkin upah untukku dan Bothe, atau Anda pun berbeda-beda, tidak sama seperti Awal.

Pembicaraan kami bertiga tadi di Pujas membuat saya berpikir.

Jika saya menerima tawaran tiga tahun lalu, kemudian saya diterima, maka saya mungkin tidak akan ada di Pujas, bahkan mungkin saya tidak ada di dunia ini lagi, karena beberapa minggu yang lalu, tempat dimana saya mungkin diterima mengalami bencana alam yang sangat hebat, hingga beberapa kota hancur. Saya mungkin tidak akan pernah kenal dengan teman-teman saya di kampus. Saya tidak akan pernah makan di Pujas dan memiliki topic seperti hari ini.

Atau jika saya diterima di suatu tempat lain…. Saya mungkin akan memiliki kepribadian yang jelas-jelas berbeda. Tak terbayangkan akan menjadi apa saya jika ada di situasi ini.

Terlalu banyak kata-kata “JIKA” yang timbul di pikiran saya.

Namun, semakin banyak “JIKA” yang muncul, semakin banyak “Hikmah” yang bisa saya dapatkan.

Penutupan topic hari ini, saya semakin semakin semakin percaya bahwa Allah telah menakdirkan yang terbaik untuk umat-umatnya. Allah memberikan KEGAGALAN sebelum memberikan “KEINDAHAN”, agar umatnya berpikir.

Lalu….

Tak selamanya KEGAGALAN ITU MENYEDIHKAN,

Karena terkadang KEGAGALAN ITU INDAH.

Namun, cobalah untuk menjadi manusia yang berhasil, dan hindarilah kegagalan sebisa mungkin.

Manusia berusaha, Allah yang menentukan.

BERUSAHA !!!!

Thursday, April 7, 2011

By Tiga-Enam

Minggu, 06 Maret 2011

Ternyata Benar....

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan pengalaman yang baru....

Dulu, kita sering mendengar pepatah ::

"Si Pintar mengalahkan yang Si Biasa-biasa saja.
Si Cerdas mampu mengalahkan Si Pintar.
Namun, Si Rajin lah yang bisa mengalahkan Si Cerdas."

Kurang lebih seperti itulah inti dari pepatahnya.
Beberapa hari yang lalu, saya telah membuktikan pepatah tersebut. Dan ternyata apa yang saya saksikan beberapa hari yang lalu pun berkaitan dengan pepatah ::

"No pain, no Gain."

Intinya, Sang Rajin yang berusaha maksimal lah yang nantinya akan "muncul".


by Tiga-Enam
Sunday, March 6th 2011. 7.27 PM.

Menjadi Manusia

Suatu hari saya pernah membaca suatu cerita. Cerita ini sekilas tampak kurang menarik, namun saya penasaran untuk membacanya lebih lanjut.
Pada paragraf kesekian, mata saya berhenti pada suatu kalimat, dan membacanya berulang kali. Paragraf itu menceritakan tentang seorang bapak yang menasihati anaknya. Kurang lebih, seperti inilah nasihatnya.

"Kamu boleh menjadi apapun yang kamu inginkan, menjadi dokter, musisi, guru, karyawan, atau apapun itu. Namun, jangan lupakan untuk menjadi manusia."

Kalimat terakhir itu membuat saya terharu. sebuah kalimat simple, dan mungkin beberapa orang menganggapnya biasa saya, tapi itu merupakan hal yang luar biasa bagi saya.
Terkadang, kita terlalu diperbudak oleh apa yang kita lakukan, terbuai oleh apa yang kita dapatkan, dan terhipnotis oleh apa yang ingin kita capai. Pekerjaan mengambil alih semua perhatian dan waktu kita, mulai dari pekerjaan yang memang menjadi kewajiban kita ataupun pekerjaan yang bersifat geje, sehingga membuat kita melupakan hal yang penting, yang sebenarnya menjadi tujuan hidup kita, atau pun tugas utama dari seorang manusia.
Berikut ini adalah kutipannya :


AYAT-AYAT AL QUR’AN TENTANG MANUSIA DAN TUGASNYA SEBAGAI KHALIFAH DI BUMI

#Surat Al Baqarah Ayat 30

Surat ini memiliki kandungan yaitu:

    1. Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk sempurna yang memiliki dua fungsi, yaitu: sebagai khalifah di bumi.
    2. Fungsi khalifah di bumi, yaitu:
  1. Menjadi pemimpin, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang orang lain dalam upaya mencari ridha Allah SWT.
  2. Memelihara, memakmurkan, melestarikan alam, mengambil manfaatnya, menggali, mengelola alam demi terwujudnya dan kesejahteraan segenap umat manusia.
#Membaca surat Adz Dzariyat ayat 56

Surat ini memiliki kandungan yaitu:

Allah AWT telah menciptakan jin dan manusia dengan tujuan supaya mereka mengenal-Nya. Dengan hubungan, memuja kebesaran dan berdoa kepada Allah SWT agar dapat dekat dengan-Nya. Adapun hubungan tersebut dinyatakan dalam perbuatan ibadah yang langsung kepada Allah SWT sebagaimana rukun islam, yaitu shalat, zaka, puasa, haji, dan berdzikir hanya untuk mencari ridha-Nya.

(source :: smaalup.wordpress.com)

#By Tiga-Enam
Sunday, March 6th 2011. 6.42PM.

Selasa, 01 Maret 2011

EDISI MINI 1

“Jangan lupa bahwa hanya ikan mati yang berenang mengikuti arus”

-Malcolm Muggeridge-

“Jangan berusaha mencapai keberhasilan; cukup kerjakan apa yang Anda sukai dan yakini, dan keberhasilan akan datang dengan sendirinya.”

-David Frost-

“Orang memerlukan tanggung jawab. Mereka menolak menerimanya, tetapi mereka tidak dapat berhasil tanpanya.”

-John Steinbeck-

“Usia tidak selalu membawa kebijaksanaan, kadang usia berjalan sendirian.”

-Anonymous-

KETIDAKTAHUAN MANUSIA

“…. Ada pula yang tidak kita tahu. Yakinlah, dengan ketidak-tahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita. Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri.”

#Dikutip dari “Rembulan Tenggelam di Wajahmu” karya tere-liye, halaman 423.

8.39PM. Senin, 28 Februari 2011

TUJUAN HIDUP

“Kenapa Tuhan selalu mengambil sesuatu yang menyenangkan dari hambanya, apa semua kesedihan ini kurang menyakitkan? Ray, orang-orang yang memiliki tujuan hidup, maka dia tidak akan pernah bertanya soal ini. Baginya semua kesedihan yang dialaminya adalah tempaan, harga tujuan tersebut…. Semua orang bisa mendefinisikan tujuan hidupnya, istrimu ingin ridhamu, seorang ayah ingin anaknya berhasil, menjadi dokter, insinyur, tiu semua tujuan hidup. Tidak peduli sekecil apapun itu, yang penting mereka bersungguh-sungguh melakukannya. Membuatnya nyata. Ada banyak orang yang tidak memiliki tujuan hidup, hanya terjebak dalam rutinitas harian. Berangkat pagi, pulang sore.”

#Dikutip dari “Rembulan Tenggelam di Wajahmu” karya tere-liye, halaman 318.

8.37PM. Senin, 28 Februari 2011

BERDAMAI DENGAN HATIMU

“Kejadian buruk itu datang sesuai takdir langit. Hanya ada satu hal yang bisa mencegahnya. Satu hal, sama seperti siklus sebab-akibat sebelumnya, yaitu : berbagi. Ya, berbagi apa saja dengan orang lain. Tidak. Sebenarnya berbagi tidak bisa mencegahnya secara langsung, tapi dengan berbagi kau akan membuat hatimu damai. Hanya orang-orang dengan hati damailah yang bisa menerima kejadian buruk dengan lega. Sayangnya, apa mau dikata, selama ini kau tidak pernah berdamai dengan hatimu.”

#Dikutip dari “Rembulan Tenggelam di Wajahmu” karya tere-liye, halaman 213.

8.32PM. Senin, 28 Februari 2011