Based on my true story today….
Hari ini, tepatnya hari Kamis tanggal 7 April 2011, saya, dan kedua teman saya (sebut saja mereka Bothe dan Awal) makan siang (sebenarnya lebih tepat disebut makan sore sih) di Pujas. Kami bertiga memang sudah salatri dr siang. Namun, karena ada suatu kepentingan (sebut saja input entry), kami harus menunggu selama 2 jam lebih dan itu pun (bisa dibilang) sedikit mengecewakan (sebut saja diblok gara-gara waktunya habis). Teman – teman yang lain sedang berpuasa, jadi kami bertiga lah yang mampir sebentar ke Pujas sebelum meneruskan aktivitas kami yang selanjutnya.
Sambil menyantap makanan kami, Awal berceloteh tentang masa lalunya (ceileeehh gaya banget). Dia menceritakan tentang kejadian dia pertama masuk, yang akhirnya tidak ia lakukan (lebih tepatnya karena ditolak).
“Aku gak kebayang banget lah kalau aku diterima waktu itu. Aku gak akan mungkin sebebas sekarang. Kayaknya kalau keterima aku gak bisa ini itu,” ujar Awal (kurang lebih).
“Beruntung banget Wal, gak keterima.”
“Iya.”
“Memang, suatu kegagalan yang indah.”
Lalu kami bertiga tertawa.
Memang benar sih. Tak semua kegagalan itu menyakitkan.
Hampir semua orang, bahkan termasuk saya juga, jika mengalami kegagalan pasti mengalami kekecewaan di hatinya, walaupun sekecil apapun itu. Tapi, alangkah dewasanya jika kita membuka mata dan hati kita untuk menengok sekitar. Ternyata sangat beruntung sekali kita telah GAGAL !!!
Seperti yang Anda baca di atas, tentang perkataan Awal yang (bisa dibilang) sangat mensyukuri kegagalannya di masa lalu. Ia (mungkin) tidak akan seperti sekarang ini. Ia (mungkin) akan menjadi pribadi lain dengan kegiatan yang lain. Yang ia dapatkan dari KEGAGALAN MASA LALUNYA adalah KEBEBASAN.
Tidak semua orang mendapatkan KEBEBASAN sebagai UPAH KEGAGALANnya. Mungkin upah untukku dan Bothe, atau Anda pun berbeda-beda, tidak sama seperti Awal.
Pembicaraan kami bertiga tadi di Pujas membuat saya berpikir.
Jika saya menerima tawaran tiga tahun lalu, kemudian saya diterima, maka saya mungkin tidak akan ada di Pujas, bahkan mungkin saya tidak ada di dunia ini lagi, karena beberapa minggu yang lalu, tempat dimana saya mungkin diterima mengalami bencana alam yang sangat hebat, hingga beberapa kota hancur. Saya mungkin tidak akan pernah kenal dengan teman-teman saya di kampus. Saya tidak akan pernah makan di Pujas dan memiliki topic seperti hari ini.
Atau jika saya diterima di suatu tempat lain…. Saya mungkin akan memiliki kepribadian yang jelas-jelas berbeda. Tak terbayangkan akan menjadi apa saya jika ada di situasi ini.
Terlalu banyak kata-kata “JIKA” yang timbul di pikiran saya.
Namun, semakin banyak “JIKA” yang muncul, semakin banyak “Hikmah” yang bisa saya dapatkan.
Penutupan topic hari ini, saya semakin semakin semakin percaya bahwa Allah telah menakdirkan yang terbaik untuk umat-umatnya. Allah memberikan KEGAGALAN sebelum memberikan “KEINDAHAN”, agar umatnya berpikir.
Lalu….
Tak selamanya KEGAGALAN ITU MENYEDIHKAN,
Karena terkadang KEGAGALAN ITU INDAH.
Namun, cobalah untuk menjadi manusia yang berhasil, dan hindarilah kegagalan sebisa mungkin.
Manusia berusaha, Allah yang menentukan.
BERUSAHA !!!!
Thursday, April 7, 2011
By Tiga-Enam