Senin, 28 Februari 2011

HIDUP --> SEBAB – AKIBAT


“Bagi manusia, hidup ini juga sebab – akibat, Ray. Bedanya, bagi manusia sebab-akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis terhadap kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus yang keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu…. Saling mempengaruhi, saling berinteraksi…. Sungguh kalau kulukiskan peta itu maka ia bagaikan bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar-melingkar. Indah. Sungguh indah. Sama sekali tidak rumit.”

#Dikutip dari “Rembulan Tenggelam di Wajahmu” karya tere-liye, halaman 57.

7.37PM. Senin, 28 Februari 2011

My Opinion::

Kutipan kedua dalam buku “Rembulan Tenggelam di Wajahmu”, yang membuat saya terbelalak.

Ternyata, setiap keputusan, omongan, dan tindakan yang kita lakukan itu tidak hanya mempengaruhi diri kita saja. Namun, orang lainpun secara sengaja atau tidak sengaja ikut terpengaruh.

Betapa seringnya kita melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang, asalkan itu bisa menyenangkan hati, memuaskan nafsu, dan bisa mendapatkan kemuliaan, apapun bisa kita lakukan.

Kutipan ini membuat saya berpikir. Kehidupan kita saling terkait, sebab-akibat, saling mempengaruhi tanpa ada ujungnya, layaknya bentuk bumi yang kita tinggali : Bulat/bola, bentuk yang kontinyu.

By TigaEnam on February 28th 2011

PERTANYAAN - PERTANYAAN DALAM KEHIDUPAN

“…banyak dari mereka yang tidak menyadari kalau penjelasan itu sudah datang…. Mungkin karena mereka terlalu dibutakan oleh kehidupan itu sendiri. Mungkin mereka tidak pernah memiliki kemampuan untuk menggapai penjelasannya. Mungkin juga karena mereka terlalu berharap penjelasan itu datang dengan amat fantastis. Dalam banyak hal, banyak kasus, penjelasan itu justru datang dengan sederhana.”

#Dikutip dari “Rembulan Tenggelam di Wajahmu” karya tere-liye, halaman 42.

7.47PM. Jum’at, 11 Februari 2011

My Opinion ::

Kutipan ini merupakan kutipan pertama yang membuat saya tercengang akan isi novel ini. Kalimat-kalimat ini membukakan ingatan saya. Memang saya merasakan, terlalu banyak pertanyaan yang melintas di benak saya, yang terkadang saya tidak berhasil menemukan jawabannya.

“Mengapa ini harus terjadi?”

“Mengapa harus saya?”

“Apakah hidup ini adil?”

Dengan meresapi isi dari kutipan tersebut, saya berfikir semua pertanyaan dalam kehidupan ada jawabannya. Namun, semuanya kembali pada pandangan dan perilaku masing-masing, apakah ia peka dan mengambil hikmah atas segala yang ada di lingkungannya ataukah tidak….

By TigaEnam on February 28th , 2011