“Bagi manusia, hidup ini juga sebab – akibat, Ray. Bedanya, bagi manusia sebab-akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis terhadap kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus yang keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu…. Saling mempengaruhi, saling berinteraksi…. Sungguh kalau kulukiskan peta itu maka ia bagaikan bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar-melingkar. Indah. Sungguh indah. Sama sekali tidak rumit.”
#Dikutip dari “Rembulan Tenggelam di Wajahmu” karya tere-liye, halaman 57.
7.37PM. Senin, 28 Februari 2011
My Opinion::
Kutipan kedua dalam buku “Rembulan Tenggelam di Wajahmu”, yang membuat saya terbelalak.
Ternyata, setiap keputusan, omongan, dan tindakan yang kita lakukan itu tidak hanya mempengaruhi diri kita saja. Namun, orang lainpun secara sengaja atau tidak sengaja ikut terpengaruh.
Betapa seringnya kita melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang, asalkan itu bisa menyenangkan hati, memuaskan nafsu, dan bisa mendapatkan kemuliaan, apapun bisa kita lakukan.
Kutipan ini membuat saya berpikir. Kehidupan kita saling terkait, sebab-akibat, saling mempengaruhi tanpa ada ujungnya, layaknya bentuk bumi yang kita tinggali : Bulat/bola, bentuk yang kontinyu.
By TigaEnam on February 28th 2011